Kamis, 11 September 2014
WISATA JUNGLE LAND BOGOR
19.21
1 comment
Jungleland hadir sebagai tempat wisata
berkelas internasional yang ada di Indonesia. Jungleland menemani Dufan
Ancol dengan menjadi taman hiburan tematik terbesar di Indonesia di
bawah manajemen PT Jungleland Asia dan dibuka di daerah Sentul Nirwana,
Sentul City, Bogor. Tempat wisata ini akan berdiri di atas lahan seluas 40 Ha dan memiliki 33 jenis permainan yang didatangkan khusus dari Jerman dan Italia.
Jungleland
merupakan tempat rekreasi, hiburan, dan edutainment yang sangat tepat
bagi keluarga dan bisa dinikmati oleh segala usia. Jungleland Adventure
Theme Park didesain di kawasan pegunungan yang sejuk dengan udara yang
bersih dan sehat, sehingga suasananya sangat nyaman untuk berwisata.
Dengan semua wahana yang baru, spektakuler, dan Science Centre terbesar
di Indonesia, maka diperkirakan Jungleland akan dikunjungi 8.000-10.000
pengunjung per hari.
Untuk melayani pengunjung secara maksimal, Jungleland mengkaryakan hamper 1.000
pekerja dengan panggilan “Ranger” yang akan ditempatkan di berbagai
departemen. Rekrutmen pekerja dilakukan sesuai dengan tingkat pendidikan
dan bidangnya masing-masing.
Proses rekrutmen karyawan dilakukan
melalui seleksi bertahap dan seleksi tahap pertama yaitu psikotes dan
audisi. Kehadiran Jungleland diharapkan dapat membantu mengurangi
tingkat pengangguran di Indonesia melalui penyediaan lapangan pekerjaan.
Selain untuk mengurangi kepadatan wisatawan di Jakarta. Kini, di Bogor anda bisa memilih Taman Wisata Matahari, The Jungle, atau Jungleland.
Transportasi
Jika menggunakan kendaraan umum, dari
terminal Baranangsiang Bogor bisa menggunakan transpakuan yang arah
Bellanova, sedangkan yg dari arah Bubulak, Yasmin, bisa menggunakan
angkutan T 05 Laladon – Cileungsi, turun di Bellanova. Dari arah
Cibubur, Cileungsi juga bisa menggunakan T 05 Cileungsi – Laladon. Dari
Bellanova akan disediakan bus angkutan khusus ke Jungleland.
HTM
Untuk weekday harga tiket masuk Rp
120.000 per orang, sedangkan untuk weekend harga tiket Rp 175.000 per
orang. Tiket ini terusan untuk menikmati seluruh wahana yang ada di
Jungleland.
WISATA CURUG (AIR TERJUN) CIAPUS -GSE (GUNUNG SALAK ENDAH BOGOR)
19.19
No comments
Menikmati Ekowisata Curug (Air Terjun) Sepanjang Ciapus – Gunung Bunder, Bogor
![]() |
| Dengan Vespa Menuju Gunung Salak |
Saya
tulis ‘sepanjang Ciapus sampai Gunung Bunder’ karena merupakan satu
jalur wisata alam di kaki Gunung Salak di sebelah barat Bogor. Kemudian
istilah curug adalah kata lain (bahasa lokal) untuk menyebut air terjun.
Dan saya ingin berbagi kenangan manis kami ketika berkesempatan
menikmati alam permai Gunung Salak pada hari Sabtu 08 April 2012
kemarin.
Pagi-pagi
saya dan istri dengan sepeda motor Vespa kesayangan sudah keluar Kota
Bogor melewati daerah Empang – Ciomas – Cikaret – Ciapus sejauh 25 km.
Perjalanan dari kota Bogor sampai Ciapus, kita seperti disodori oleh
kesibukan warga dari sebuah dinamika perkotaan yang yang serba sibuk dan
tergopoh-gopoh mengejar waktu sebagai penjaja jasa. Sedangkan selewat
Ciapus, aroma pedesaan dengan keagrarisannya lebih kental terasa.
Suasana alami, sunyi, aroma sawah, kebun, ilalang bahkan bau kandang
kambing bergiliran terhisap hidung kami, tapi kami menikmatinya. Pas di
hotel Highland Park Resort, kami ambil arah ke kiri, kita mau ke Wana
Wisata Curug Nangka yang berada di Desa Warung Loa Kecamatan Tamansari
Kabupaten Bogor, sedangkan arah ke kanan adalah arah ke Curug Luhur dan
Wana Wisata Gunung Salak Endah (GSE). Kami rencanakan mengunjungi Curug
Luhur dan Wana Wisata GSE setelah selesai menikmati alam Curug Nangka.
Curug Nangka
Jarak
dari Highlan Park Resort ke Curug Nangka, hanya 3 km saja dengan
pemandangan di kanan kiri kami adalah kebun-kebun sayur yang sedang
dipupuk oleh para petaninya sedangkan tegak lurus di hadapan kami adalah
Gunung Salak, jadi seolah kami ini mau mendaki puncak Gunung Salak.
Di
pintu gerbang Wana Wisata Curug Nangka (WWCN) yang dijaga 5 orang
petugas jaga dari kehutanan, kami ditarik karcis sebesarRp 16 rb atau Rp
5 rb/ orang dan sepeda motor Rp 6 rb. Di balik pintu gerbang, kami
langsung memandang di kiri kanan jalannya berderet-deret tegak berdiri
pohon-pohon pinus. Pemandangan alam ini merubah suasana hati yang
terbiasa dengan kegersangan menjadi kedamaian dengan hijaunya dan
segarnya udara yang kami hirup. Kemudian berjalan sedikit, kami memasuki
areal curug berada tetapi mesti melawati kepungan warung-warung nasi
sederhana. Sajian pemandangan curug yang pertama adalah Curug Nangka
dimana ketinggiannya sekitar 15 meter namun kami tidak dapat
menikmatinya secara utuh karena tidak ada akses jalan menuju dasar air
terjun tersebut, kami hanya melihatnya dari jalan setapak yang kami
lalui di bagian atas curug tersebut. Pemandangan curug ke 2 adalah Curug
Daun dimana jarak dari Curug Nangka hanya beberapa puluh meter saja.
Curug Daun tingginya hanya 3 meteran saja tetapi pengunjung bebas
menikmatinya dengan bermain-main dan mandi di air bening yang mengalir
di bebatuan.
Curug-curug
ini berada dalam sebuah lembah kecil dimana di kanan kiri kami dipenuhi
tetumbuhan hutan hujan tropis seperti pakis dan lainnya. Banyak juga
kera-kera yang jinak yang bercanda dengan kita dengan mengejar-ngejar
kami. Mereka tahu kami sedang makan jagung bakar sambil berjalan-jalan.
Pengunjung
yang umumnya dari Jakarta tentunya sangat menikmatinya dan merasa betah
karena sejuk, hijau, hening, dan damai, namun sayang WWCN seluas 17 ha
ini seolah tidak dikelola dengan baik. Hal tersebut terlihat dari jalan
setapak yang licin dan berundak terlalu tinggi (30 – 75 cm), sampah
plastik berserakan, dan warung-warung tenda dibiarkan berjualan
dimana-pun mereka suka. Bahkan ada warung tenda yang didirikan persis di
sisi kiri Curug Daun yang tentunya sangat mengganggu yang akan
menikmati alam indah karunia Ilahi ini. Hal perlu dipikirkan lagi adalah
kapasitas kunjungan wisatawan, jangan sampai jumlah pengunjung melebihi
kapasitas WWCN ini.
Curug Luhur
Setelah
puas menikmati alam WWCN, kami beranjak ke Wisata Air Curung Luhur jang
jaraknya sekitar 10 km. Wisata air Curug Luhur berbeda dengan WWCN.
Curug Luhur sudah dikelola dengan modern oleh perusahaan berbadan hukum
yang setahu kami pemiliknya adalah orang Tunisia. Dikatakan modern
karena di Curug Luhur para pengunjungnya dimanjakan oleh berbagai
permainan atau wanaha air seperti halnya di Ancol, Jakarta seperti;
seluncur, air tumpah dan lainnya. Malah pemandangan curugnya itu sendiri
kurang memikat para pengunjung. Pengunjung lebih asyik dengan permainan
airnya.
Masuk Wisata Air Curug Luhur ini Rp 30 rb per orang dan parkir sepeda motor Rp 8 rb. Mahal juga ya?
Kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE)
Kawasan
wisata GSE di Gunung Bunder memang luar biasa dan masih natural sekali,
hutan hujan tropisnya terlihat rimbun menghijau, pohon pinusnya
berjajar-jajar berdiri tegak, sawah berterasering yang subur, puncak
gunung Salak yang menjulang biru, dan lembah yang samar-samar terlihat
hamparan kota Bogor. Tidak salah kalau ada yang menyebutnya sebagai
sorga terahir.
Di
kawasan wisata GSE ini terdapat belasan curug (air terjun) yang
berketinggian mulai 3 meter sampai yang tingginya 40 meter. Sebut saja
curug-curug yang mudah ditemui di sepanjang jalan yang berkelok-kelok,
seperti; curug cihurang, curug seribu, curug pangeran, curug ngumpet,
dan curug cigamea. Curug-curug tersebut sebenarnya dapat ditempuh dengan
jalan kaki karena letaknya tidak jauh dari jalan raya, namun karena
kontur jalannya naik turun tajam maka cukup nguras tenaga untuk bisa
sampai ke lokasi curugnya.
Khusus
Curug Cigamea yang tiket masuknya Rp 5500 per orang, curug ini lebih
nikmat untuk dilihat dari kejauhan dimana antara puncak Gunung Salak
dengan dasar dari Curug Cigamea dapat ditangkap dalam satu frame. Kalau
dari dekat, curug cigamea ini kurang menarik karena tidak dapat
mengambil foto dalam satu bingkai secara penuh, apalagi kesumpekan makin
menjadi karena keberadaan warung-warung tenda yang berdiri sembarangan.
Pengunjung-pun banyak yang tidak berlaku tertib, malah seolah dibiarkan
mau berbuat apa saja sesukanya tanpa ada yang mengingatkannya.
Selepas
puas menikmati Curug Cigamea dan waktu sudah menujukan pk 01 siang
hari, maka sudah waktunya untuk santap siang. Nah, saya rekomendasikan
untuk mampir ke warung Puncak Raya yang berada di seberang parkiran
Curug Cigamea yang tempatnya benar-benar berada di puncak bukit sehingga
kita dapat melihat hamparan sawah di bawah sana. Namun bukan hanya
pemandangannya yang indah ternyata gulai tutut (keong sawah) yang
menjadi menu andalan di warung ini juga sangat sedap untuk dicoba. Gulai
tutut yang disajikan sebagai pembuka makanan utama memiliki rasa yang
gurih, pedas, dan hangat, sesuai dengan udara dingin yang melingkupi
sekitar kami berada. Satu mangkok tutut dihargai Rp 10 rb.
Sekilas Kawasan Wisata Gunung Halimun Salak dan Alternatif Pengembangannya
Wana
wisata Curug Nangka, Wisata air Curug Luhur, dan kawasan wisata Gunung
Salak Endah (Gunung Bunder) termasuk dalam kawasan konservasi yang
menjadi kewenangan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak-Kementrian
Kehutanan yang luas totalnya 113.357 ha yang mencakup wilayah Kab Bogor,
Kab Sukabumi, dan Kab Lebak-Banten (Balai adalah nomenklatur untuk
eselon III di kementrian), sangat kaya akan keaneka ragaman hayati dan
memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai wisata
berbasiskan alam dan budaya masyarakat setempat (ekowisata). Nomenklatur
setelah balai (ess III) kemudian seksi (eselon IV) dan terahir adalah
Resort (non struktural) yang menjadi garda depan dalam pengelolaan
kawasan konservasi hutan. Kawasan Curug Nangka, Curug Luhur dan Gunung
Salak Endah sendiri masuk dalam kewenangan Resort Gunung Salak II yang
luasnya 9000 ha.
Dinamika
kawasan wisata di Resort II geliatnya semakin terasa meningkat yaitu
dengan melihat kepada indikator trend kenaikan wisatawan yang berkunjung
dan tumbuhnya hotel, vila, penginapan, rumah makan, pemukiman, dan
lainnya. Geliat ini perlu dikendalikan secara ketat jangan sampai
dibiarkan bergerak tanpa arah. Kalau tidak, kelak beberapa tahun lagi
tempat wisata ini sudah berubah dipenuhi hutan beton.
Hemat
saya, kawasan wana wisata Curug Nangka, Curug Luhur, dan Gunung Salak
Endah dikembangkan sebagai kawasan ekowisata yang menjalankan 6 prinsip;
1. Terencana secara holistik, terintegrasi sehingga terbentuk harmonisasi antara manusia dengan alam lingkungannya,
2.
Ramah lingkungan dengan indikator less waste, menggunakan bahan yang
dapat didaur ulang, dan tidak merusak apalagi merubah lingkungannya,
3. Ramah adat, sosial, dan budaya setempat,
4.
Tidak banyak membutuhkan infrastruktur sehingga tidak berdampak negatif
terhadap alam, lingkungan, adat, sosial, dan budaya setempat,
5. Jumlah kunjungan wisatawan dibatasi sesuai carrying capacity, dan
6. Berdampak positif terhadap sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat.
Dengan
demikian, mudah-mudahan anak cucu kita masih dapat menikmati alam indah
kawasan wisata air terjun dari Ciapus sampai Gunung Bunder ini. Amin
| Jalan Menuju Curug Nangka |
| Suasana Hutan Pinus di Curug Nangka |
| Curug Nangka |
| Wisata Air Curug Luhur |
| Curug Luhur |
| Sungai Berbatu dan Gunung Salak |
| Sawah Berterasering |
| Indahnya Gunung Salak |
| Hutan Gunung Salak |
| Curug Cigamea |
| Di Warung Puncak Raya, Cigamea |
WISATA PURE DI BOGOR
19.16
No comments
Tahukah Anda bahwa di Bogor terdapat
pura terbesar di Jawa Barat? Pura tersebut adalah Parahyangan Agung
Jagatkartta. Pura ini didirikan pada tahun 1995 dan memiliki luas 3
hektar. Suasana disini begitu segar karena pura ini terletak di lereng
Gunung Salak, tepatnya di Kampung Warungloa RT 03/09, Desa Tamansari,
Kecamatan Tamansari, sekitar 13km dari Bogor arah ke selatan.
Untuk mencapai tempat ini tidak sulit,
bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Jika Anda
menggunakan angkutan umum Anda hanya akan diantar sampai depan jalan
menuju pura. Darisini untuk mencapai pura ada 2 opsi. Pertama Anda bisa
naik ojeg sampai pura seharga Rp 7000, atau Anda bisa jalan kaki sejauh 1
km. Opsi jalan kaki tidak buruk karena sepanjang jalan udaranya sangat
sejuk dan suasananya begitu asri dipenuhi pepohonan.
Ada beberapa peraturan untuk memasuki
pura ini. Khususnya bagi para wanita dilarang masuk bagi yang sedang
berhalangan. Untuk para pria disarankan memakai celana panjang. Jika
kesini memakai celana pendek Anda diwajibkan mengenakan kain sarung.
Setiap pengunjung diberikan kain kuning yang diikatkan di pinggang.
Tidak ada pungutan biaya untuk memasuki tempat ini begitu juga dengan
segala atribut yang dipakai.
Bagi para pengunjung biasa hanya
diperbolehkan memasuki beberapa area, karena area lainnya dikhususkan
bagi umat yang ingin beribadah atau bermeditasi.
Rute Angkot :
Dari Stasiun Bogor : Naik Angkot 02 jurusan Sukasari turun di BTM (Bogor Trade Mall) , sambung dengan angkot 03 jurusan Ciapus.
Dari Terminal Baranangsiang : Naik
Angkot 13 Jurusan Ramayana turun di BTM (Bogor Trade Mall) , sambung
dengan angkot 03 jurusan Ciapus.
Penting : Tanyakan terlebih dahulu pada supir angkot 03 Ciapus apakah melewati pura, karena tidak semua angkot 03 menuju pura.
Untuk itu bagi anda yang Ingin menikmati nuansa Bali yang
artistik namun tidak memiliki banyak waktu luang dan enggan terbang jauh
ke Bali? Tenang saja, Anda tidak perlu jauh ke Bali untuk menikmati
nuansa pura khas Bali. Cukup gunakan kendaraan Anda menuju Bogor dan
Anda akan benar-benar merasakan nuansa Bali di Pura Agung Parahyangan
Jagatkarta.
Saya yang memang berdomisili di Bogor
menyempatkan pergi bersama keluarga ke Pura Agung Parahyangan
Jagatkarta. Kebetulan, Pura ini dekat dengan rumah namun belum sempat
saja mengunjunginya. Dengan kendaraan pribadi, Saya melewati jalan yang
menuju Curug Nangka namun sebelum tiba di belokan yang menuju Curug
Nangka, ada jalan berbelok lain yang menuju Pura Agung Parahyangan
Jagatkarta. Tak usah khawatir Anda akan nyasar, karena ada plang cukup besar yang menunjukan arah jalan menuju Pura.
Rangkaian Tangga Menuju Pura | (c) Annisa
Saat belok menuju Pura Agung Parahyangan
Jagatkarta, Saya merasakan nuansa Bali yang kental dengan beberapa
rumah dan sesajen khas bernuansa Bali yang diletakkan di pinggir jalan.
Anjing-anjing yang berkeliaran di jalan raya juga mengingatkan Saya pada
daerah Kintamani di Bali. Sesampainya di depan jalan menuju Pura, Kami
harus menaiki tangga terlebih dahulu. Tidak disarankan untuk Anda
menggunakan sepatu ber-hak atau heels saat berkunjung ke sini
karena tangga yang akan Anda naiki cukup banyak. Sebelum masuk, penjaga
Pura memberikan selendang untuk kami gunakan selama berada di dalam
Pura.
Salah satu ornamen khas Bali | (c) Annisa
Kami masuk melewati jalan yang
dikhususkan untuk pengunjung. Sayang memang Kami tidak diperbolehkan
masuk melewati jalan yang digunakan oleh para umat Hindu karena kami
tidak bisa melihat dengan jelas patung Ganesha yang terletak di dekat
gerbang Pura. Dari atas kami bisa melihat Pura Agung Parahyangan
Jagatkarta yang terlihat megah dan cantik dengan latar Gunung Salak.
Penentuan lokasi Pura Agung Parahyangan
Jagatkarta juga tidak sembarangan. Konon di tempat inilah Prabu
Siliwangi Raja Padjadjaran pernah berdiam dan bahkan ada yang percaya
bahwa Prabu Siliwangi mencapai moksa (menghilang) bersama prajuritnya di
tempat ini. Pura Agung Parahyangan Jagatkarta menjadi tempat
peribadatan terbesar kedua setelah Pura Besakih di Bali. Luas lahan Pura
ini sekitar 2,5 hektar. Pura ini dibangun sejak tahun 1995 atas upaya
gotong royong umat Hindu. Rencananya juga di sini mereka akan segera
membangun candi.
Pura ini terletak di Kecamatan Tamansari
Kabupaten Bogor dan dibuka mulai pukul 11.00 hingga 15.00 untuk
pengunjung. Jika menggunakan kendaraan umum, Anda bisa menggunakan
angkutan 02 sampai Bogor Trade Mall dan menaiki angkutan menuju Ciapus.
Karena sebenarnya angkutan umum tidak mencapai jalan menuju Pura, Anda
sebaiknya menyewa angkutan umum ini untuk mengantarkan Anda sampai
tujuan. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa menuju Ciapus
dan terus menuju jalan yang mengarah ke Curug Nangka.
WISATA THE JUNGLE BOGOR
19.09
No comments
The Jungle Bogor Nirwana Water Adventure - yoshiewafa - Tempat Rekreasi ini Biasa disebut dengan nama The Jungle yang merupakan salah satu tempat wisata di bogor dan bisa Anda jadikan sebagai tempat tujuan untuk rekreasi keluarga serta sebagai objek wisata edukasi untuk anak-anak sekolah yang ingin mengadakan acara rekreasi sambil belajar.
The Jungle Water Adventure dibangun di sebuah kawasan Perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR) dengan berlatar belakang Gunung Salak. Pemandangan disini sangat indah serta udaranya pun juga sejuk, berdiri diatas area seluas 3 hektar dengan sekitar 60 % dari total area adalah sebuah kawasan hijau terbuka yang berada di Bogor selatan.
The Jungle Water Adventure dibangun di sebuah kawasan Perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR) dengan berlatar belakang Gunung Salak. Pemandangan disini sangat indah serta udaranya pun juga sejuk, berdiri diatas area seluas 3 hektar dengan sekitar 60 % dari total area adalah sebuah kawasan hijau terbuka yang berada di Bogor selatan.
![]() |
| The Jungle Bogor Nirwana Water Adventure |
Lokasi The Jungle Water Adventure di Perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR) ini terletak di Jl. Dreded Pahlawan, Kota Bogor Selatan - Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia.
Lokasi dari Perumahan Bogor Nirwana Residence bisa dicapai dengan mudah
dengan waktu tempuh sekitar 10 menit perjalanan dari gerbang pintu tol
Bogor.
Nirwana Epicentrum merupakan nama untuk kawasan komersial terintegrasi yang berlokasi didalam Perumahan Bogor Nirwana Residence dan The Jungle merupakan sebuah wahana hiburan yang pertama menempati kawasan komersial tersebut. Pada kawasan Nirwana Epicentrum ini nantinya juga akan dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas seperti Sekolah Internasional, Universitas, Orchard Walk Mall, Orchard Walk Arcade, Aston Hotel & Condotel, Flona Walk, Lapangan Golf 18 hole dan Lifestyle Center.
The Jungle Water Adventure menawarkan berbagai macam Wahana permainan seperti :
Nirwana Epicentrum merupakan nama untuk kawasan komersial terintegrasi yang berlokasi didalam Perumahan Bogor Nirwana Residence dan The Jungle merupakan sebuah wahana hiburan yang pertama menempati kawasan komersial tersebut. Pada kawasan Nirwana Epicentrum ini nantinya juga akan dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas seperti Sekolah Internasional, Universitas, Orchard Walk Mall, Orchard Walk Arcade, Aston Hotel & Condotel, Flona Walk, Lapangan Golf 18 hole dan Lifestyle Center.
The Jungle Water Adventure menawarkan berbagai macam Wahana permainan seperti :
Kiddie Pool - Merupakan sebuah kolam untuk anak-anak namun orang
dewasa pun juga menyukainya, seolah mereka ingin mengulangi kembali ke
masa kecilnya. Kolam ini memiliki 2 buah kolam besar yaitu :
Kolam Pertama dengan kedalaman air sekitar 20 cm sampai dengan sekitar 50 cm, berisi berbagai macam permainan air seperti lumba-lumba mainan, mini slider, jungkat-jungkit dan juga bermacam air mancur yang secara terus menerus menyemburkan air.
Kolam Kedua berisi berbagai macam permainan seperti water canon, water bucket, dan tight rope.
Slide Pool - Disini terdapat sebuah Slide / Peluncur yang merupakan sebuah permainan untuk anak-anak dan orang dewasa, disini pengunjung bisa berseluncur dengan menggunakan ban yang berputar dijalur berkelok-kelok dari ketinggian dan berakhir di kolam renang.
Racer Slide - Memiliki 4 jalur dengan ketinggian sekitar 8 meter, cocok untuk para pengunjung yang suka dengan tantangan dan ingin uji nyali.
Spiral Slide dan Tube Slide - Wahana ini merupakan 2 macam permainan yang menjadi andalan The Jungle. Spiral Slide merupakan sebuah peluncur air yang bentuknya terbuka. Sedangkan Tube Slide merupakan peluncur air yang bentuknya tertutup dengan diameter sekitar 1 meter. Masing-masing slide ini memiliki ketinggian 12 meter dengan panjang kurang lebihnya sekitar 100 meter, pengunjung dapat berseluncur dengan menggunakan ban dan bisa berlomba dengan teman-teman ataupun para pengunjung lainnya dan akan berakhir di kolam renang.
Leisure Pool - Merupakan sebuah tempat untuk bersantai yang berada ditengah kolam renang dan dapat digunakan oleh para pengunjung untuk makan ataupun minum. Fasilitas yang tersedia di Leisure Pool ini seperti area untuk fountain futsal, wahana kolam luncur, ruang sinema 4D, fasilitas untuk air bilas dikamar mandi serta foodcourt.
Kolam Pertama dengan kedalaman air sekitar 20 cm sampai dengan sekitar 50 cm, berisi berbagai macam permainan air seperti lumba-lumba mainan, mini slider, jungkat-jungkit dan juga bermacam air mancur yang secara terus menerus menyemburkan air.
Kolam Kedua berisi berbagai macam permainan seperti water canon, water bucket, dan tight rope.
Slide Pool - Disini terdapat sebuah Slide / Peluncur yang merupakan sebuah permainan untuk anak-anak dan orang dewasa, disini pengunjung bisa berseluncur dengan menggunakan ban yang berputar dijalur berkelok-kelok dari ketinggian dan berakhir di kolam renang.
Racer Slide - Memiliki 4 jalur dengan ketinggian sekitar 8 meter, cocok untuk para pengunjung yang suka dengan tantangan dan ingin uji nyali.
Spiral Slide dan Tube Slide - Wahana ini merupakan 2 macam permainan yang menjadi andalan The Jungle. Spiral Slide merupakan sebuah peluncur air yang bentuknya terbuka. Sedangkan Tube Slide merupakan peluncur air yang bentuknya tertutup dengan diameter sekitar 1 meter. Masing-masing slide ini memiliki ketinggian 12 meter dengan panjang kurang lebihnya sekitar 100 meter, pengunjung dapat berseluncur dengan menggunakan ban dan bisa berlomba dengan teman-teman ataupun para pengunjung lainnya dan akan berakhir di kolam renang.
Leisure Pool - Merupakan sebuah tempat untuk bersantai yang berada ditengah kolam renang dan dapat digunakan oleh para pengunjung untuk makan ataupun minum. Fasilitas yang tersedia di Leisure Pool ini seperti area untuk fountain futsal, wahana kolam luncur, ruang sinema 4D, fasilitas untuk air bilas dikamar mandi serta foodcourt.
Area Fountain Futsal - Di area fountain futsal ini terdapat
sebuah panggung terbuka berukuran cukup besar yang bisa digunakan untuk
berbagai macam acara hiburan, seperti group band yang bermain musik dan
menyanyi untuk menghibur para pengunjung.
Untuk Anda yang ingin bermain futsal, disini juga telah disediakan arena futsal. Keunikan futsal disini adalah arena futsalnya yang dilengkapi dengan beberapa titik air mancur yang ada dipermukaan lapangan sehingga sewaktu bermain akan diselingi dengan semprotan air yang datang dari bawah dan cukup keras. Gawangnya pun juga sangat unik, bahannya bukan terbuat dari besi, melainkan terbuat dari semburan-semburan air yang tegak lurus ke atas.
Sinema 4D - Merupakan Sinema 4 dimensi yang pertama di kota Bogor dan yang kedua di Indonesia setelah Dufan Ancol (Dunia Fantasi Ancol). Dengan menggunakan sebuah kacamata khusus, para pengunjung bisa merasakan sensasi tersendiri selama menonton di sinema 4D. Ketika Anda sedang menonton juga dapat merasakan adanya sebuah guncangan di kursi, semburan air, desingan benda yang melintasi antara kaki sampai mencium bau hangus.
Rumah Hantu - Di Rumah Hantu ini terdapat berbagai lorong-lorong dan juga beberapa boneka mekanik yang siap untuk menakut-nakuti para pengunjung, sehingga akan menimbulkan suasana horor.
Foodcourt - Disini terdapat berbagai macam menu makanan yang berasal dari Indonesia sampai menu ala barat. Sambil menikmati hidangan yang ada Anda juga dapat menikmati keindahan pemandangan gunung salak.
Untuk Anda yang ingin bermain futsal, disini juga telah disediakan arena futsal. Keunikan futsal disini adalah arena futsalnya yang dilengkapi dengan beberapa titik air mancur yang ada dipermukaan lapangan sehingga sewaktu bermain akan diselingi dengan semprotan air yang datang dari bawah dan cukup keras. Gawangnya pun juga sangat unik, bahannya bukan terbuat dari besi, melainkan terbuat dari semburan-semburan air yang tegak lurus ke atas.
Sinema 4D - Merupakan Sinema 4 dimensi yang pertama di kota Bogor dan yang kedua di Indonesia setelah Dufan Ancol (Dunia Fantasi Ancol). Dengan menggunakan sebuah kacamata khusus, para pengunjung bisa merasakan sensasi tersendiri selama menonton di sinema 4D. Ketika Anda sedang menonton juga dapat merasakan adanya sebuah guncangan di kursi, semburan air, desingan benda yang melintasi antara kaki sampai mencium bau hangus.
Rumah Hantu - Di Rumah Hantu ini terdapat berbagai lorong-lorong dan juga beberapa boneka mekanik yang siap untuk menakut-nakuti para pengunjung, sehingga akan menimbulkan suasana horor.
Foodcourt - Disini terdapat berbagai macam menu makanan yang berasal dari Indonesia sampai menu ala barat. Sambil menikmati hidangan yang ada Anda juga dapat menikmati keindahan pemandangan gunung salak.
Lazy River - Merupakan sebuah kolam arus dengan panjang 400
meter. Di wahana ini para pengunjung bisa duduk untuk bermalas-malasan
di atas sebuah ban besar dan akan dibawa hanyut mengelilingi arus kolam,
termasuk mengelilingi sebuah Akuarium Raksasa (Giant Aquarium)
sepanjang 400 meter yang berada di tengah-tengah kolam. Akuarium Raksasa
ini bahannya menggunakan fiber glass yang tembus pandang dan berisi
berbagai macam jenis ikan tawar yang tergolong dalam kategori langka
yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri, seperti tiger fish,
palmas, alligator, pangasius albino, arwana irian, ikan pari air tawar
dan banyak lagi jenis ikan yang lainnya.
Bird Park - Pengunjung bisa menikmati suasana yang segar sambil mendengarkan kicauan burung yang berasal dari berbagai negara dan juga daerah di Indonesia. Burung-burung tersebut seperti burung bayan, burung merak, burung macau blue, burung merak putih, burung elang, burung garuda, burung flaminggo, burung merak biru, burung kakaktua raja, burung nuri merah, bebek peking dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dry Park - Merupakan sebuah wahana permainan anak-anak. Disini anak-anak bisa melatih dan merangsang syaraf motoriknya dengan cara merangkak, main ayunan, naik tangga, meloncat, mandi bola dan berbagai macam sarana edukasi lainnya yang menyenangkan dan juga bermanfaat untuk kesehatan fisik Anak.
Gazebo & Cabana - Diperuntukkan bagi para pengunjung yang ingin menjaga privasi di tengah ribuan para pengunjung yang datang setiap harinya.
Masih banyak lagi permainan yang lainnya seperti Snow World, Paint Ball, Flying Fox, dan Gokart.
Cinderamata - Terdapat juga kios yang menjual berbagai macam jenis cinderamata yang berlabelkan The Jungle, seperti kaos, gantungan kunci, topi, pulpen, gelas dan lain sebagainya.
Harga Tiket Masuk The Jungle Bogor terbaru 2013
Wahana air weekdays Rp. 50.000,- Weekends Rp. 70.000,- dan untuk high season Rp. 85.000,-
Untuk Informasi selengkapnya Anda dapat mengunjungi website Resminya : www.thejungleadventure.com
Bird Park - Pengunjung bisa menikmati suasana yang segar sambil mendengarkan kicauan burung yang berasal dari berbagai negara dan juga daerah di Indonesia. Burung-burung tersebut seperti burung bayan, burung merak, burung macau blue, burung merak putih, burung elang, burung garuda, burung flaminggo, burung merak biru, burung kakaktua raja, burung nuri merah, bebek peking dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dry Park - Merupakan sebuah wahana permainan anak-anak. Disini anak-anak bisa melatih dan merangsang syaraf motoriknya dengan cara merangkak, main ayunan, naik tangga, meloncat, mandi bola dan berbagai macam sarana edukasi lainnya yang menyenangkan dan juga bermanfaat untuk kesehatan fisik Anak.
Gazebo & Cabana - Diperuntukkan bagi para pengunjung yang ingin menjaga privasi di tengah ribuan para pengunjung yang datang setiap harinya.
Masih banyak lagi permainan yang lainnya seperti Snow World, Paint Ball, Flying Fox, dan Gokart.
Cinderamata - Terdapat juga kios yang menjual berbagai macam jenis cinderamata yang berlabelkan The Jungle, seperti kaos, gantungan kunci, topi, pulpen, gelas dan lain sebagainya.
Harga Tiket Masuk The Jungle Bogor terbaru 2013
Wahana air weekdays Rp. 50.000,- Weekends Rp. 70.000,- dan untuk high season Rp. 85.000,-
Untuk Informasi selengkapnya Anda dapat mengunjungi website Resminya : www.thejungleadventure.com
WISATA KEBUN RAYA BOGOR
19.08
No comments
Wisata Kebun atau Botani Raya Bogor - yoshiewafa - Merupakan sebuah kebun botani yang besar dan terletak di Kota Bogor, Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia. Luas dari Kebun Raya ini mencapai 87 hektar dan mempunyai sekitar 15.000 macam jenis koleksi pohon dan tumbuhan.
Saat ini Kebun Raya Bogor sudah ramai dan banyak dikunjungi sebagai sebuah tempat wisata, terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Di sekitar kawasan Kebun Raya Bogor tersebar beberapa pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi Bogor, dan PUSTAKA.
Saat ini Kebun Raya Bogor sudah ramai dan banyak dikunjungi sebagai sebuah tempat wisata, terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Di sekitar kawasan Kebun Raya Bogor tersebar beberapa pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi Bogor, dan PUSTAKA.
![]() |
| Kebun Raya Bogor |
Kebun Raya Bogor
pada awalnya adalah bagian dari 'samida' (hutan buatan atau taman
buatan) yang setidaknya sudah ada sejak pemerintahan Sri Baduga Maharaja
(Prabu Siliwangi, 1474-1513) yang berasal dari Kerajaan Sunda,
sebagaimana yang sudah tertulis di dalam prasasti Batutulis. Hutan
buatan itu dibuat dengan tujuan untuk keperluan menjaga kelestarian alam
dan lingkungan sebagai sebuah tempat untuk memelihara benih benih kayu
yang langka.
Di samping samida itu juga di buat sebuah samida serupa yang lokasinya di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan begitu saja setelah Kerajaan Sunda takluk dengan Kesultanan Banten, sampai Gubernur Jenderal van der Capellen membangun sebuah rumah peristirahatan pada salah satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.
Koleksi pohon dan tumbuhan yang ada di Kebun Raya atau Botani Raya Bogor :
Pada waktu hari Minggu dan hari libur, Kebun Raya Bogor akan sangat ramai sekali pengunjungnya.
Daftar Harga Tarif Masuk Kebun Raya Bogor :
Mulai 1 Maret 2013 tarif tiket masuk bagi pengunjung yang ingin berwisata ke Kebun Raya Bogor adalah sebagai berikut :
Pada Hari Minggu dan Hari Libur semua jenis kendaraan dilarang untuk masuk
Di samping samida itu juga di buat sebuah samida serupa yang lokasinya di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan begitu saja setelah Kerajaan Sunda takluk dengan Kesultanan Banten, sampai Gubernur Jenderal van der Capellen membangun sebuah rumah peristirahatan pada salah satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.
Koleksi pohon dan tumbuhan yang ada di Kebun Raya atau Botani Raya Bogor :
Berwisata menuju Kebun Raya Bogor atau Botani Raya Bogor :
- Bunga bangkai (Amorphophalus titanum) merupakan salah satu daya tarik utama dari Kebun Raya Bogor karena ketika mendekati waktu mekarnya akan mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Bunga ini mempu mencapai ketinggian hingga 2m dan juga merupakan bunga majemuk yang terbesar di dunia tumbuhan.
- Pohon kelapa sawit yang tertua di Asia Tenggara dan masih hidup sampai sekarang.
Pada waktu hari Minggu dan hari libur, Kebun Raya Bogor akan sangat ramai sekali pengunjungnya.
Daftar Harga Tarif Masuk Kebun Raya Bogor :
Mulai 1 Maret 2013 tarif tiket masuk bagi pengunjung yang ingin berwisata ke Kebun Raya Bogor adalah sebagai berikut :
Tiket masuk sudah termasuk Asuransi Jasa Raharja Distribusi Pemkot dan Masuk Museum Zoologi.
- Tiket Masuk Rp. 14.000,- / orang.
- Tiket Khusus Wisatawan Asing Rp. 25.000,- / orang.
- Kendaraan Keliling Roda 4 Rp. 30.000,-.
- Parkir Kendaraan Roda 2 Rp. 5.000,-.
- Tiket Sepeda Keliling Rp. 5.000,-.
Pada Hari Minggu dan Hari Libur semua jenis kendaraan dilarang untuk masuk
![]() |
| Bunga bangkai |
![]() |
| Kolam Kebun Raya Bogor |
![]() |
| Tugu Peringatan Reinwardt |
![]() |
| Monumen Olivia Raffles |
![]() |
| Peta Kebun Raya Bogor |
Sumber : id.wikipedia.org
TEMPAT WISATA BOGOR
19.06
No comments
Tempat wisata di Bogor, Bogor atau lebih dikenal
dengan julukan kota hujan ini mempunyai banyak tempat wisata menarik.
Kota bogor memiliki wilayah yang subur jika dibandingkan dengan wilayah
kota besar lainnya, seperti bandung ataupun jakarta. Pemberitaan media
maupun edukasi tempat wisata di bogor sangat kurang, sehingga
masih banyak tempat wisata di Bogor yang masih terdengar asing bagi
telinga anda. Oleh karena itu kali ini saya akan bagikan kepada anda
list berupa daftar tempat wisata di Bogor yang wajib anda kunjungi.
Selain Puncak di kota bogor ini mempunyai aneka warna wisata yang mengagumkan. Kota ini lebih banyak memiliki tempat wisata dibandingkan dengan tempat wisata di Jakarta. OKe, langsung aja to the point. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata di Bogor yang sangat cocok menjadi tujuan pada liburan nanti.
Daftar Tempat Wisata Menarik di Kota Bogor :
di Kawasan Jalan Pajajaran :
Banyak bukan daftar yang kita berikan. Semoga menambah wawasan anda tentang tempat wisata di bogor.
Selain Puncak di kota bogor ini mempunyai aneka warna wisata yang mengagumkan. Kota ini lebih banyak memiliki tempat wisata dibandingkan dengan tempat wisata di Jakarta. OKe, langsung aja to the point. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata di Bogor yang sangat cocok menjadi tujuan pada liburan nanti.
Daftar Tempat Wisata Menarik di Kota Bogor :
- Gunung Bunder
- Gunung Pancar
- Gunung Gede
- Gunung Salak Endah
- Puncak Bogor
- Kebun Raya Bogor
- Istana Bogor
- Prasasti Batutulis
- CICO-Cimahpar Integrated Conservation Offices
- Dramaga, Bogor
- Plaza Kapten Muslihat (Taman Topi)
- Taman Kencana
- Lapangan Sempur
- Situ Gede atau Setu Gede
- Museum Tanah
- Museum Pembela Tanah Air (PETA)
- Museum Perjuangan
- Museum Etnobotani
- Museum Zoologi
- Herbarium Bogoriense
- Perpustakaan Bogor
- Masjid Raya Kota Bogor – Jl. Raya Pajajaran, Bogor Timur
- Masjid Jami Al-Juman Bogor – Jl. Pahlawan I, Bogor Selatan
- Masjid Agung Bogor
- Masjid Istiqom Budi Agung
- Masjid Almuhajirin Bukit Waringin – Bojong Gede
- Masjid Nahwa Nur Pura – Bojong Gede
- Masjid As-sholihin – jayasari
- Gereja Methodist Jemaat Immanuel – Jl. Cincau , Bogor
- Gereja Zebaoth – Jl. Ir. H. Juanda, Kebun Raya Bogor
- Gereja BMV Katedral Bogor – Jl. Kapten Muslihat
- Gereja Kristen Indonesia – Jl. Pengadilan 35
- Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) – Jalan Suryakencana Bogor
- Gereja HKBP – Jl. Paledang Bogor
- Klenteng Hok Tek Bio
- Pura Parhyangan Agung Jagatkartta Gunung Salak – Taman Sari
- Pura Giri Kusuma – Bogor Baru
- Kolam Renang Gedung Olah Raga Kota Bogor
- Kolam Renang dengan air dari Gunung Salak, ZamZam Tirta-Ciomas
- Taman Yasmin Sport Centre
- Bukit Cimanggu City – Marcopolo
- Bogor Nirwana Residence – Jungle Water Park
- Botani Square
- Ekalokasari Plaza
- Bogor Trade Mall
- Yogya Bogor Junction
- Plaza Jambu Dua
- Bogor Trade World
- Taman Topi Square dan Matahari Department Store
- Plaza Jembatan Merah, Veteran Panaragan
- Pusat Grosir Bogor Merdeka
- Plaza Indah Bogor, Soleh Iskandar Cimanggu
- Plaza Bogor Surya Kencana, Sukasari
- Giant Taman Yasmin
- Hero dan Gramedia, Pajajaran
- Orchard Walk dan The Jungle Mall, Bogor Nirwana Residence – Bogor Selatan
- Roti Unyil Venus, Ruko V-Point Pajajaran
- Nanchang Kitchen, Sebelah Tan Ek Tjoan, Seberang Roti Venus, Pajajaran. Resto yang menghidangkan mie dan bubur ayam dalam tradisi Chinese Moslem yaitu bersih, halal dan sehat.
- Lapis Talas Bogor Sangkuriang, Pajajaran – Ruko Bantar Kemang, Jalan Baru Cimanggu, dan Sebelah Raffles Resto Jalan Raya Puncak.
- Asinan Gedung Dalam Sukasari
- Asinan Dewi Sri Baranang Siang
- Sentra Kerajinan & Cinderamata Pasar Bogor, Otto Iskandardinata
- Puncak
- Taman Safari
- Kebun Raya Cibodas
- Gunung Salak Endah (Gn. Bunder)
- Gunung Gede Pangrango
- Gunung Salak
- Sirkuit Sentul
- Taman Wisata Mekarsari
- Hutan Pinus Catang Malang
- Taman Wisata Air Panas Tirta Sanita Ciseeng
di Kawasan Jalan Pajajaran :
- Hoka Hoka Bento
- Pizza Hut Pajajaran
- McDonald’s Pajajaran
- Delima – Jalan Pakuan
- Nyu Pantasteiik Boba – Perumahan Bogor Baru
- Nyu Pantasteiik Bosq – Mal Botani Square Jalan Pajajaran
- Manjare Cafe – Jalan Pakuan
- cafe sebrang – Jalan Pajajaran
- Puncak – Jalan Kantor Pos
- Ny Yenny – Jalan Bina Marga 1
- Fatmawati
- Bubur Ayam Raharja
- Gili-Gili
- Musi Pempek
- de Paris Bakery and Cake Shop
- Taman Palem
- Roti Venus
- Wajan Bekas
- Pujaseni Martabak Air Mancur
- Sop Kambing Pak Kumis (24 Jam)
- Menara
- Pondok Bunaken
- Sariwangi
- de Paris
- Karunia Vegetarian
- Sentul Steamboat
- Gadang
- Kantin Dewi Sri
- Trio Permai
- Simpang Raya
- Kentucky Fried Chicken
- Dim Sum Kampoeng
- Papa Ron’s
- Larissa
- Gurih 7
- Pizza Hut – Warung Jambu
- Ampera
- Trio Permai
- Cibiuk
- McDonald’s Lodaya
- Hanamasa
- Pondok Bambu Kuring
- Sahabat (dahulu Yun Sin)
- Bogor Permai
- Martabak Air Mancur
- Soto Santan Bang Ali – Jalan Pemuda (sebelum Pasar Hewan)
- Paru Goreng Dadali – Jalan Dadali 1 (sebelah SPBU Dadali)
- Bakmi Bangka – (depan Gedung Wanita)
- Bandrek Air Mancur
- Sop Kambing Kumis – Jalan Paledang
- Gumati Cafe – Jalan Paledang
- Warung Taman – sekeliling taman
- Sate Madura (ayam dan kambing) – sekeliling taman
- The Colonial – Jalan Halimun
- Pia Apple Pie – Jalan Pangrango
- Rumah Makan Kita – Jalan Pangrango
- Macaroni Panggang – Jalan Sanggabuana
- Death by Chocolate – Jalan Ceremai 22
- Mie Wong 2
- Saung Kuring
- Mie Tasik
- de Paris
- Ngo Hiang Khas Bogor
- Nasi Goreng Goan Tjo
- Sate Sapi Pak Oo
- Baso Jaka
- Gado-Gado Kesatuan – Jalan Ranggagading
- Bakso Cocol Kesatuan (Bang Riri, Bung Jon, Kang Uding) – Jalan Ranggagading
- Cakue Kesatuan – Jalan Ranggagading
- Combro dan Pisang Goreng (samping Ngesti) – Jalan Ranggagading
- Soto Kuning Pak Yusuf
- Warung Doyong
- Bom Bom Bread – Bakery & Cake – Jalan Padasuka
- Thew fu kok Ny. Then Khas Bangka
- Asinan Bogor
- Taouge Goreng Mak Epon (GG.Besi)
- Ngo Hiang Khas Bogor
- Mie Sehat
- Soto Mie Agih
- Soto Mie Ciseeng
- Mutiara Seafood
- Obor
- Dunkin Donuts
- Cafe Ginszie
- Rumah Makan Sari
- Sundanese
- Simpang Tiga
- Cahaya Baru
- Dunia Baru – Jalan Sukasari 1
- Martabak Unyil Fatmawati
- Elok Tirta
- Tan Ek Tjoan
- Purwakalih (Mbah Dalem) – via Lawang Gintung
- Jaya Tunggal – via Lawang Gintung
>>> Hotel Wins – Jalan H. Achmad Adnawijaya (Pandu Raya) No.11D,Samping Gerbang Arya Widura Residence,Indraprasta2
>>> Rancamaya Golf & Country Club – Jl. Rancamaya Utama Ciawi
>>> Favehotel Padjajaran Bogor – JL. Cidangiang No.1 – Bogor West Java Indonesia
>>> The Green Hotel Bogor – Jl. Beringin II no. 09 Gadog
>>> Amaroossa Royal Hotel – Jn. Otto Iskandardinata No 84
>>> Saung Dolken Resort Bogor – Jl. Guru Muchtar, Kampung Kebon Karet, Cimahpar
>>> Hotel Neo Green Savana Sentul City – Kompleks Taman Budaya, Jl. Siliwangi no. 1
>>> Sahira Butik Hotel – Jl. Paledang No.53
>>> Padjadjaran Suites Hotel & Conference – Jl. Pajajaran No. 17, Warung Jambu
>>> Sempur Park Bogor – Jalan. Sempur No. 2
Untuk lebih lengkap daftar nama hotel, alamat beserta harganya klik disini hotel di Bogor>>> Rancamaya Golf & Country Club – Jl. Rancamaya Utama Ciawi
>>> Favehotel Padjajaran Bogor – JL. Cidangiang No.1 – Bogor West Java Indonesia
>>> The Green Hotel Bogor – Jl. Beringin II no. 09 Gadog
>>> Amaroossa Royal Hotel – Jn. Otto Iskandardinata No 84
>>> Saung Dolken Resort Bogor – Jl. Guru Muchtar, Kampung Kebon Karet, Cimahpar
>>> Hotel Neo Green Savana Sentul City – Kompleks Taman Budaya, Jl. Siliwangi no. 1
>>> Sahira Butik Hotel – Jl. Paledang No.53
>>> Padjadjaran Suites Hotel & Conference – Jl. Pajajaran No. 17, Warung Jambu
>>> Sempur Park Bogor – Jalan. Sempur No. 2
Banyak bukan daftar yang kita berikan. Semoga menambah wawasan anda tentang tempat wisata di bogor.
SEJARAH TUGU KUJANG BOGOR
19.02
No comments
” Tugu Bogor atau dikenal juga dengan namaTugu Kujang “
SETIAP kali kita memasuki sebuah kota, biasanya akan disambut dengan
keberadaan simbol selamat datang yang lazimnya dilambangkan dengan
bangunan berbentuk menara atau biasa disebut dengan monumen atau tugu .
Ketika kita memasuki wilayah kota Bogor melalui pintu tol Jagorawi
kemudian berbelok kearah barat menuju jalan Pajajaran menuju Cibinong,
maka kita akan melihat sebuah bangunan megah berbentuk menara dengan
tinggi 17 meter, dengan tambahan bangunan berbentuk sebuah senjata khas
Jawa Barat atau dikenal dengan nama kujang yang dibangun setinggi 6
meter. Bangunan ini disebut dengan nama Tugu Bogor atau lebih dikenal
dengan nama Tugu Kujang.
Tujuan pendirian tugu ini adalah untuk menghormati pemindahan ibukota
kerajaan Pajajaran dari Galuh ke Pakuan oleh Sri Baduga Maharaja pada
tahun 1482.
Selain itu bangunan ini juga merupakan bangunan pengganti monumen
kota dari tugu pengembalian kota Bogor dari tangan penguasa Inggris ke
tangan Belanda pada tahun 1836, yang dulu terletak di pertigaan Jalan
Ahmad Yani-Sudirman (Air Mancur).
“ yang dimaksud dengan tugu pengembalian kota tersebut adalah witte pal atau pal utama “
Tugu Kujang didirikan pada simpang tiga Jalan Raya
Pajajaran-Otista-Baranangsiang pada luas tanah berukuran 26 X 23 meter,
bangunan berbentuk kujang terbuat dari stainless steel berlapiskan
perunggu dan kuningan. Disetiap menara beton yang berdimensi tiga ini
dipasang perisai lambang Kota Bogor yang terdiri dari gambar Burung
Garuda sebagai lambang negara, Istana Bogor, Gunung Salak, dan senjata
khas Jawa Barat atau Kujang.
Disamping tugu ini dibuat juga suatu plaza berukuran 48 X 19 meter
yang berisikan duplikat prasasti Lingga dan Batutulis peninggalan
Kerajaan Pajajaran.
Penggunaan senjata kujang sebagai bangunan puncak monemen memiliki
arti yang tinggi, hal ini dikarenakan kujang selain sebagai senjata
rakyat Pajajaran, juga merupakan panji kebesaran kerajaan Pajajaran.
Senjata dari bahan baja berlekuk tujuh dengan tiga lubang dibagian
pinggir dan satu lubang dibagian tengah adalah senjata yang menjadi ciri
khas kerajaan di Jawa Barat khususnya kerajaan Pajajaran.
Sejarah Tugu Kujang

Dari persimpangan jalan di Tugu Kujang, kita dapat memandang ikon Kota Bogor yang lainnya, yaitu Gunung Salak. Terutama pada saat kondisi cuaca yang sedang cerah di pagi hingga menjelang petang.
Di bagian bawah tugu tertulis “Dinu kiwari ngancik nu bihari seuja ayeuna sampeureun juga” yang berarti “Apa yang dilakukan hari ini dan esok harus lebih baik dari hari-hari sebelumnya”. Tulisan tersebut berasal dari prasasti Lingga dan Batutulis Kerajaan Pajajaran yang dipimpin oleh Sri Baduga Maharaja Ratu Adil.

Nama Kujang sendiri diambil dari nama sebuah senjata pusaka tradisional etnis Sunda yang diyakini memiliki kekuatan gaib. Pusaka Kujang itu sendiri sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Pajajaran pada abad ke-14 Masehi, di masa pemerintahan Prabu Siliwangi. Di masa lalu Kujang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Sunda karena fungsinya sebagai peralatan pertanian. Pernyataan ini tertera dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian (1518 M) maupun tradisi lisan yang berkembang di beberapa daerah diantaranya di daerah Rancah, Ciamis. Bukti yang memperkuat pernyataan bahwa kujang sebagai peralatan berladang masih dapat kita saksikan hingga saat ini pada masyarakat Baduy, Banten dan Pancer Pangawinan di Sukabumi.
Dengan perkembangan kemajuan, teknologi, budaya, sosial dan ekonomi masyarakat Sunda, Kujang pun mengalami perkembangan dan pergeseran bentuk, fungsi dan makna. Dari sebuah peralatan pertanian, kujang berkembang menjadi sebuah benda yang memiliki karakter tersendiri dan cenderung menjadi senjata yang bernilai simbolik dan sakral. Wujud baru kujang tersebut seperti yang kita kenal saat ini diperkirakan lahir antara abad 9 sampai abad 12.
Sejarah Tugu Kujang
Tugu Kujang di kota Bogor, pasti setiap orang sudah
mengenalnya, terutama bagi warga Jawa Barat khususnya. Tugu ini terletak
di Jalan Pajajaran didepan Botanical Square yang bersebelahan dengan
kampus IPB, dan diujung jalan dari Kebun Raya Bogor. Tugu yang berdiri
kokoh ini merupakan lambang bagi kota Bogor sebagaimana layaknya pada
kota-kota lainnya di Indonesia. Tugu setinggi kira-kira 25 M ini
dibangun pada 4 Mei 1982 diatas sebuah lahan seluas 26M x 23M dan
diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp. 80jt. Ketika itu H. Ahmad
Sobana yang menjabat sebagai Wali Kota Bogor.
Ornament kujang yang berdiri di atas puncaknya memiliki berat kurang
lebih 800 kg dengan tinggi sekitar 7 meter. Kujang ini terbuat dari
bahan stainless steel yang dilapisi perunggu dan kuningan. Ornamen
Kujang di atas tugu ini menghadap ke arah lokasi Istana Bogor berada.Dari persimpangan jalan di Tugu Kujang, kita dapat memandang ikon Kota Bogor yang lainnya, yaitu Gunung Salak. Terutama pada saat kondisi cuaca yang sedang cerah di pagi hingga menjelang petang.
Di bagian bawah tugu tertulis “Dinu kiwari ngancik nu bihari seuja ayeuna sampeureun juga” yang berarti “Apa yang dilakukan hari ini dan esok harus lebih baik dari hari-hari sebelumnya”. Tulisan tersebut berasal dari prasasti Lingga dan Batutulis Kerajaan Pajajaran yang dipimpin oleh Sri Baduga Maharaja Ratu Adil.
Nama Kujang sendiri diambil dari nama sebuah senjata pusaka tradisional etnis Sunda yang diyakini memiliki kekuatan gaib. Pusaka Kujang itu sendiri sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Pajajaran pada abad ke-14 Masehi, di masa pemerintahan Prabu Siliwangi. Di masa lalu Kujang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Sunda karena fungsinya sebagai peralatan pertanian. Pernyataan ini tertera dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian (1518 M) maupun tradisi lisan yang berkembang di beberapa daerah diantaranya di daerah Rancah, Ciamis. Bukti yang memperkuat pernyataan bahwa kujang sebagai peralatan berladang masih dapat kita saksikan hingga saat ini pada masyarakat Baduy, Banten dan Pancer Pangawinan di Sukabumi.
Dengan perkembangan kemajuan, teknologi, budaya, sosial dan ekonomi masyarakat Sunda, Kujang pun mengalami perkembangan dan pergeseran bentuk, fungsi dan makna. Dari sebuah peralatan pertanian, kujang berkembang menjadi sebuah benda yang memiliki karakter tersendiri dan cenderung menjadi senjata yang bernilai simbolik dan sakral. Wujud baru kujang tersebut seperti yang kita kenal saat ini diperkirakan lahir antara abad 9 sampai abad 12.
SEJARAH KEBUN RAYA BOGOR
19.00
No comments
Peperangan yang terjadi di Eropa menyebabkan Belanda mengalami
kelesuan, Kerajaan Belanda pun mengembangkan ilmu pengetahuan,
maka dikirimlah Cornelis Theodorus Elout, dan G.A.G.P. Baron van der
Capellen ke Indonesia dengan Prof. Caspar George Carl Reinwardt selaku
penasehat berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda, yang kemudian
pada tahun 1816 diangkat menjadi Direktur Pertanian, Seni, dan
Pendidikan untuk Pulau Jawa.
Reinwardt langsung memulai riset dalam bidang ilmu tumbuh-tumbuhan,
Ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman yang digunakan untuk
pengobatan dan menganggap eksplorasi tumbuhan dan masalah pertanian
juga merupakan tugasnya di Hindia Belanda. Kemudian Ia memutuskan
untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di
sekitar halaman Istana Bogor yang sebelumnya didiami oleh
Letnan-Gubernur
Thomas Stamford Raffles bersama isterinya Olivia Mariamne Raffles
selama masa peralihan dari Pemerintah Inggris ke Kerajaan Belanda di
Pulau Jawa pada tahun 1811 sampai 1816. Melalui bantuan seorang ahli
botani William Kent, lahan yang awalnya merupakan halaman Istana Bogor
dikembangkan menjadi sebuah kebun yang cantik. Raffles menyulap halaman
istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya
Bogor dalam bentuknya yang sekarang.
Pada tanggal 15 April 1817 Reinwardt mencetuskan gagasan untuk
mendirikan kebun botani kepada Gubernur Jenderal G..G.P. Baron van der
Capellen,
gagasan tersebut kemudian disetujuinya. Akhirnya, tanggal 18 Mei
1817, Gubernur Jenderal G.A.G.P. van der Capellen secara resmi
mendirikan sebuah
Kebun Raya di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg (dari
bahasa Belanda yang berarti "tidak perlu khawatir"), dengan nama ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg.
Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di
bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan kebun itu, yang
pelaksanaannya dipimpin oleh Reinwardt sendiri, dibantu oleh James
Hooper dan W. Kent kurator Kebun Botani Kew yang terkenal di Richmond,
Inggris.
Sekitar 47 hektar tanah di sekitar Istana Bogor dan bekas Samida
dijadikan lahan pertama untuk kebun botani. Reinwardt menjadi pengarah
pertamanya dari 1817
sampai 1822. Kesempatan ini digunakannya untuk mengumpulkan tanaman
dan benih dari bagian lain Nusantara. Dengan segera Bogor menjadi pusat
pengembangan
pertanian dan hortikultura di Indonesia. Pada masa itu diperkirakan
sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun tersebut. Reinwardt juga
menjadi
perintis di bidang pembuatan herbarium. Ia kemudian dikenal sebagai
seorang pendiri Herbarium Bogoriense.
Pada tahun 1822 Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh Dr.
Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang
tumbuh di kebun. Ia juga menyusun
katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis
(spesies) tanaman. Pelaksanaan pembangunan kebun ini pernah terhenti
karena kekurangan dana tetapi kemudian
dirintis lagi oleh Johannes Elias Teijsmann (1831), seorang ahli
kebun istana Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Dengan dibantu
oleh Justus Karl Hasskarl,
ia melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan
mengelompokkan menurut suku (familia). Ini merupakan sebuah kerja keras
dimana sebagian koleksi Kebun Raya Bogor harus ditanam ulang dan
memindahkan beberapa pohon yang terlalu besar, memberi label merah
untuk menandai tanggal penanamannya yang masih dapat Anda lihat
sekarang. Selama masa jabatannya, Teijsmann berhasil membawa ribuan
spesies tumbuhan ke Kebun Raya Bogor dari perjalanan-perjalanannya ke
berbagai negara. Dan atas jasanya, pihak Kebun Raya Bogor memberikan
penghargaan berupa tugu peringatan di Taman Tijsmann dengan 4 spesies
pohon jati dan verbena dari marga Teijsmaniodendron diambil dari
namanya.
Teijsmann kemudian digantikan oleh Dr. Rudolph Herman Christiaan
Carel Scheffer, pada tahun 1867 ia menjadi direktur dan digantikan oleh
Prof. Dr. Melchior Treub. Setahun kemudian pada tanggal 30
Mei 1868 Kebun Raya Bogor secara resmi terpisah kepengurusannya
dengan halaman Istana Bogor.
Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan
bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan di Hindia Belanda. Namun
pada perkembangannya pendirian Kebun Raya Bogor bisa
dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan
sebagai wadah bagi ilmuwan terutama bidang botani di Indonesia secara
terorganisasi pada zaman itu (1880 - 1905). Dari sini lahir beberapa
institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842),
Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium
Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).
Setelah kemerdekaan, tahun 1949 ‘s Lands Plantentiun te Buitenzorg
berganti nama menjadi Jawatan Penyelidikan Alam, kemudian menjadi
Lembaga
Pusat Penyelidikan Alam (LLPA) untuk pertama kalinya dikelola dan
dipimpin oleh bangsa Indonesia, Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo.
Pada waktu
itu LPPA punya 6 anak lembaga, yaitu Bibliotheca Bogoriensis, Hortus
Botanicus Bogoriensis, Herbarium Bogoriensis, Treub Laboratorium, Musium
Zoologicum Bogoriensis dan Laboratorium Penyelidikan Laut.
Pada tahun 1956 untuk pertamakalinya pimpinan Kebun Raya dipegang
oleh bangsa Indonesia yaitu Sudjana Kassan menggantikan J. Douglas.
Terkait dengan pengembangan koleksi tanaman yang sesuai dengan iklim
di Indonesia, Kebun Raya Bogor membangun beberapa cabang kebun raya
lainnya:
- Kebun Raya Cibodas (Bergtuin te Cibodas, Hortus dan Laboratorium Cibodas) di Jawa Barat. Luasnya 120 hektar berada pada ketinggian 1400 mdpl, didirikan oleh Johannes Elias Teijsmann tahun 1866, mempunyai koleksi tanaman khas dataran tinggi beriklim basah daerah tropis dan sub-tropis. Tahun 1891 Kebun ini dilengkapi dengan Laboratorium untuk Penelitian flora dan fauna.
- Kebun Raya Purwodadi (Hortus Purwodadi) di Jawa Timur. Luasnya 85 hektar berada pada ketinggian 250 mdpl, didirikan oleh Van Sloten tahun 1941, mempunyai koleksi tanaman khas dataran rendah beriklim kering daerah tropis.
- Kebun Raya "Eka Karya" Bedugul-Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Luasnya 159,4 hektar berada pada ketinggian 1400 mdpl, mempunyai koleksi tanaman khas dataran tinggi beriklim kering.
SEJARAH ISTANA BOGOR
18.58
No comments
Gubernur Jendral Belanda bernama G.W. Baron van Imhoff, ikut melakukan
pencarian itu dan berhasil menemukan sebuah tempat yang baik dan strategis di
sebuah kampung yang bernama Kampong Baroe, pada tanggal 10 Agustus 1744.
Setahun kemudian, yaitu pada tahun 1745 Gubernur Jendral van Imhoff ( 1745 -
1750 ) memerintahkan pembangunan atas tempat pilihannya itu sebuah pesanggrahan
yang diberi nama Buitenzorg, ( artinya bebas masalah / kesulitan ). Dia
sendiri yang membuat sketsa bangunannya dengan mencontoh arsitektur Blenheim
Palace, kediaman Duke of Malborough, dekat kota Oxford di Inggris. Proses
pembangunan gedung itu dilanjutkan oleh Gubernur Jendral yang memerintah
selanjutnya yaitu Gubernur Jendral Jacob Mossel yang masa dinasnya 1750 - 1761
Dalam perjalanan sejarahnya, bangunan ini sempat mengalami rusak berat
sebagai akibat serangan rakyat Banten yang anti Kompeni, di bawah pimpinan Kiai
Tapa dan Ratu Bagus Buang, yang disebut Perang Banten 1750 - 1754.
Pada masa Gubernur Jendral Willem Daendels ( 1808 - 1811 ), pesanggrahan
tersebut diperluas dengan memberikan penambahan baik ke sebelah kiri gedung
maupun sebelah kanannya. Gedung induknya dijadikan dua tingkat. Halamannya yang
luas juga dipercantik dengan mendatangkan enam pasang rusa tutul dari perbatasan
India dan Nepal.
Kemudian pada masa pemerintahan Gubernur Jendal Baron van der Capellen ( 1817
- 1826 ), dilakukan perubahan besar - besaran. Sebuah menara di tengah - tengah
gedung induk didirikan sehingga istana semakin megah, Sedangkan lahan di
sekeliling istana dijadikan Kebun Raya yang peresmiannya dilakukan pada tanggal
18 Mei 1817. Gedung ini kembali mengalami kerusakan berat, ketika terjadi gempa bumi yang
pada tanggal 10 oktober 1834.
Pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Albertus Yacob Duijmayer van Twist (
1851 - 1856 ), bangunan lama sisa gempa dirubuhkan sama sekali. Kemudian dengan
mengambil arsitektur eropa Abad IX, bangunan baru satu tingkat didirikan.
Perubahan lainnya adalah dengan menambah dua buah jembatan penghubung Gedung
Induk dan Gedung Sayap Kanan serta Sayap Kiri yang dibuat dari kayu berbentuk
lengkung. Bangunan istana baru terwujud secara utuh pada masa kekuasaan Gubernur
Jendral Charles Ferdinand Pahud de Montager ( 1856 - 1861 ). Dan pada
pemerintahan, selanjutnya tepatnya tahun 1870, Istana Buitenzorg ditetapkan
sebagai kediaman resmi para Gubernur Jendral Belanda.
Akhir perang dunia II, Jepang menyerah kepada tentara Sekutu, kemudian
Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Barisan Keamanan Rakyat ( BKR ) sempat
menduduki Istana Buitenzorg untuk mengibarkan bendera merah putih. Istana
Buitenzourg yang namanya kini menjadi Istana Kepresidenan Bogor diserahkan
kembali kepada pemerintah republik ini pada akhir tahun 1949. Setelah masa
kemerdekaan , Istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia
pada bulan Januari 1950.
Kepustakaan dan Benda Seni
Istana Kepresidenan Bogor mempunyai koleksi buku sebanyak 3.205 buah yang
daftarnya tersedia di kepustakaan istana. Istana ini menyimpan banyak benda seni,
baik yang berupa lukisan, patung, serta keramik dan benda seni lainnya. Hingga
kini lukisan yang terdapat di istana ini adalah 448 buah, dimana judul/nama
lukisan itu, pelukisnya, tahun dilukisnya, tersedia dalam bentuk daftar sehingga
memudahkan siapa saja yang ingin memperoleh informasi tentang lukisan tersebut.
Begitu pula halnya dengan patung dengan aneka bahan bakunya. Di istana ini
terdapat patung sebanyak 216 buah.
Di samping lukisan dan patung, Istana Bogor juga mengoleksi keramik sebanyak
196 buah. Semua itu tersimpan di museum istana, di samping yang dipakai sebagai
pemajang di setiap ruang/bangunan istana.
(Istana Kepresidenan RI, Sekretariat Presiden RI,2004)
SEJARAH KERAJAAN PAJAJARAN
18.55
No comments
Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan
ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa
Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda). Kata Pakuan sendiri berasal
dari kata Pakuwuan yang berarti kota. Pada masa lalu, di Asia Tenggara
ada kebiasaan menyebut nama kerajaan dengan nama ibu kotanya. Beberapa
catatan menyebutkan bahwa kerajaan ini didirikan tahun 923 oleh Sri
Jayabhupati, seperti yang disebutkan dalam Prasasti Sanghyang Tapak
(1030 M) di kampung Pangcalikan dan Bantarmuncang, tepi Sungai Cicatih,
Cibadak, Suka Bumi.
Awal Pakuan Pajajaran
Seperti tertulis dalam sejarah, akhir tahun 1400-an Majapahit kian melemah. Pemberontakan, saling berebut kekuasaan di antara saudara berkali-kali terjadi. Pada masa kejatuhan Prabu Kertabumi (Brawijaya V) itulah mengalir pula pengungsi dari kerabat Kerajaan Majapahit ke ibukota Kerajaan Galuh di Kawali, Kuningan, Jawa Barat.
Raden Baribin, salah seorang saudara Prabu Kertabumi termasuk di antaranya. Selain diterima dengan damai oleh Raja Dewa Niskala ia bahkan dinikahkan dengan Ratna Ayu Kirana salah seorang putri Raja Dewa Niskala. Tak sampai di situ saja, sang Raja juga menikah dengan salah satu keluarga pengungsi yang ada dalam rombongan Raden Barinbin.
Pernikahan Dewa Niskala itu mengundang kemarahan Raja Susuktunggal dari Kerajaan Sunda. Dewa Niskala dianggap telah melanggar aturan yang seharusnya ditaati. Aturan itu keluar sejak “Peristiwa Bubat” yang menyebutkan bahwa orang Sunda-Galuh dilarang menikah dengan keturunan dari Majapahit.
Nyaris terjadi peperangan di antara dua raja yang sebenarnya adalah besan. Disebut besan karena Jayadewata, putra raja Dewa Niskala adalah menantu dari Raja Susuktunggal.
Untungnya, kemudian dewan penasehat berhasil mendamaikan keduanya dengan keputusan: dua raja itu harus turun dari tahta. Kemudian mereka harus menyerahkan tahta kepada putera mahkota yang ditunjuk.
Dewa Niskala menunjuk Jayadewata, anaknya, sebagai penerus kekuasaan. Prabu Susuktunggal pun menunjuk nama yang sama. Demikianlah, akhirnya Jayadewata menyatukan dua kerajaan itu. Jayadewata yang kemudian bergelar Sri Baduga Maharaja mulai memerintah di Pakuan Pajajaran pada tahun 1482.
Selanjutnya nama Pakuan Pajajaran menjadi populer sebagai nama kerajaan. Awal “berdirinya” Pajajaran dihitung pada tahun Sri Baduga Maharaha berkuasa, yakni tahun 1482.
Sumber Sejarah
Dari catatan-catatan sejarah yang ada, baik dari prasasti, naskah kuno, maupun catatan bangsa asing, dapatlah ditelusuri jejak kerajaan ini; antara lain mengenai wilayah kerajaan dan ibukota Pakuan Pajajaran. Mengenai raja-raja Kerajaan Sunda yang memerintah dari ibukota Pakuan Pajajaran, terdapat perbedaan urutan antara naskah-naskah Babad Pajajaran, Carita Parahiangan, dan Carita Waruga Guru.
Selain naskah-naskah babad, Kerajaan Pajajaran juga meninggalkan sejumlah jejak peninggalan dari masa lalu, seperti:
• Prasasti Batu Tulis, Bogor
• Prasasti Sanghyang Tapak, Sukabumi
• Prasasti Kawali, Ciamis
• Prasasti Rakyan Juru Pangambat
• Prasasti Horren
• Prasasti Astanagede
• Tugu Perjanjian Portugis (padraƵ), Kampung Tugu, Jakarta
• Taman perburuan, yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor
• Kitab cerita Kidung Sundayana dan Cerita Parahyangan
• Berita asing dari Tome Pires (1513) dan Pigafetta (1522)
Segi Geografis Kerajaan Pajajaran
Terletak di Parahyangan (Sunda). Pakuan sebagai ibukota Sunda dicacat oleh Tom Peres (1513 M) di dalam “The Suma Oriantal”, ia menyebutkan bahwa ibukota Kerajaan Sunda disebut Dayo (dayeuh) itu terletak sejauh sejauh dua hari perjalanan dari Kalapa (Jakarta).
Kondisi Keseluruhan Kerajaan pajajaran (Kondisi POLISOSBUD), yaitu Kondisi Politik (Politik-Pemerintahan)
Kerajaan Pajajaran terletak di Jawa Barat, yang berkembang pada abad ke 8-16. Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Pajajaran, antara lain :
Daftar raja Pajajaran
• Sri Baduga Maharaja (1482 – 1521), bertahta di Pakuan (Bogor sekarang)
• Surawisesa (1521 – 1535), bertahta di Pakuan
• Ratu Dewata (1535 – 1543), bertahta di Pakuan
• Ratu Sakti (1543 – 1551), bertahta di Pakuan
• Ratu Nilakendra (1551-1567), meninggalkan Pakuan karena serangan Hasanudin dan anaknya, Maulana Yusuf
• Raga Mulya (1567 – 1579), dikenal sebagai Prabu Surya Kencana, memerintah dari PandeglangMaharaja Jayabhupati (Haji-Ri-Sunda)
• Rahyang Niskala Wastu Kencana
• Rahyang Dewa Niskala (Rahyang Ningrat Kencana)
• Sri Baduga MahaRaja
• Hyang Wuni Sora
• Ratu Samian (Prabu Surawisesa)
• dan Prabu Ratu Dewata.
Puncak Kejayaan/ Keemasan Kerajaan Pajajaran
Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan. Alasan ini pula yang banyak diingat dan dituturkan masyarakat Jawa Barat, seolah-olah Sri Baduga atau Siliwangi adalah Raja yang tak pernah purna, senantiasa hidup abadi dihati dan pikiran masyarakat.
Pembangunan Pajajaran di masa Sri Baduga menyangkut seluruh aspek kehidupan. Tentang pembangunan spiritual dikisahkan dalam Carita Parahyangan.
Sang Maharaja membuat karya besar, yaitu ; membuat talaga besar yang bernama Maharena Wijaya, membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan Wanagiri. Ia memperteguh (pertahanan) ibu kota, memberikan desa perdikan kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. Kemudian membuat Kabinihajian (kaputren), kesatriaan (asrama prajurit), pagelaran (bermacam-macam formasi tempur), pamingtonan (tempat pertunjukan), memperkuat angkatan perang, mengatur pemungutan upeti dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan
Pembangunan yang bersifat material tersebut terlacak pula didalam Prasasti Kabantenan dan Batutulis, di kisahkan para Juru Pantun dan penulis Babad, saat ini masih bisa terjejaki, namun tak kurang yang musnah termakan jaman.
Dari kedua Prasasti serta Cerita Pantun dan Kisah-kisah Babad tersebut diketahui bahwa Sri Baduga telah memerintahkan untuk membuat wilayah perdikan; membuat Talaga Maharena Wijaya; memperteguh ibu kota; membuat Kabinihajian, kesatriaan, pagelaran, pamingtonan, memperkuat angkatan perang, mengatur pemungutan upeti dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan
Puncak Kehancuran
Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten. Berakhirnya zaman Pajajaran ditandai dengan diboyongnya Palangka Sriman Sriwacana (singgahsana raja), dari Pakuan Pajajaran ke Keraton Surosowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf.
Batu berukuran 200x160x20 cm itu diboyong ke Banten karena tradisi politik agar di Pakuan Pajajaran tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru, dan menandakan Maulana Yusuf adalah penerus kekuasaan Sunda yang sah karena buyut perempuannya adalah puteri Sri Baduga Maharaja. Palangka Sriman Sriwacana tersebut saat ini bisa ditemukan di depan bekas Keraton Surosowan di Banten. Masyarakat Banten menyebutnya Watu Gilang, berarti mengkilap atau berseri, sama artinya dengan kata Sriman.
Kondisi Kehidupan Ekonomi
Pada umumnya masyarakat Kerajaan Pajajaran hidup dari pertanian, terutama perladangan. Di samping itu, Pajajaran juga mengembangkan pelayaran dan perdagangan. Kerajaan Pajajaran memiliki enam pelabuhan penting, yaitu Pelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tamgara, Sunda Kelapa (Jakarta), dan Cimanuk (Pamanukan)
Kondisi Kehidupan Sosial
Kehidupan masyarakat Pajajaran dapat di golongan menjadi golongan seniman (pemain gamelan, penari, dan badut), golongan petani, golongan perdagangan, golongan yang di anggap jahat (tukang copet, tukang rampas, begal, maling, prampok, dll)
Kehidupan Budaya
Kehidupan budaya masyarakat Pajajaran sangat di pengaruhi oleh agama Hindu. Peninggalan-peninggalannya berupa kitab Cerita Parahyangan dan kitab Sangyang Siksakanda, prasasti-prasasti, dan jenis-jenis batik.
Kesimpulan
• Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda).
• Sumber sejarahnya berupa prasati-prasati, tugu perjanjian, taman perburuan, kitab cerita, dan berita asing.
• Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan/ kejayaan dan Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten.
Awal Pakuan Pajajaran
Seperti tertulis dalam sejarah, akhir tahun 1400-an Majapahit kian melemah. Pemberontakan, saling berebut kekuasaan di antara saudara berkali-kali terjadi. Pada masa kejatuhan Prabu Kertabumi (Brawijaya V) itulah mengalir pula pengungsi dari kerabat Kerajaan Majapahit ke ibukota Kerajaan Galuh di Kawali, Kuningan, Jawa Barat.
Raden Baribin, salah seorang saudara Prabu Kertabumi termasuk di antaranya. Selain diterima dengan damai oleh Raja Dewa Niskala ia bahkan dinikahkan dengan Ratna Ayu Kirana salah seorang putri Raja Dewa Niskala. Tak sampai di situ saja, sang Raja juga menikah dengan salah satu keluarga pengungsi yang ada dalam rombongan Raden Barinbin.
Pernikahan Dewa Niskala itu mengundang kemarahan Raja Susuktunggal dari Kerajaan Sunda. Dewa Niskala dianggap telah melanggar aturan yang seharusnya ditaati. Aturan itu keluar sejak “Peristiwa Bubat” yang menyebutkan bahwa orang Sunda-Galuh dilarang menikah dengan keturunan dari Majapahit.
Nyaris terjadi peperangan di antara dua raja yang sebenarnya adalah besan. Disebut besan karena Jayadewata, putra raja Dewa Niskala adalah menantu dari Raja Susuktunggal.
Untungnya, kemudian dewan penasehat berhasil mendamaikan keduanya dengan keputusan: dua raja itu harus turun dari tahta. Kemudian mereka harus menyerahkan tahta kepada putera mahkota yang ditunjuk.
Dewa Niskala menunjuk Jayadewata, anaknya, sebagai penerus kekuasaan. Prabu Susuktunggal pun menunjuk nama yang sama. Demikianlah, akhirnya Jayadewata menyatukan dua kerajaan itu. Jayadewata yang kemudian bergelar Sri Baduga Maharaja mulai memerintah di Pakuan Pajajaran pada tahun 1482.
Selanjutnya nama Pakuan Pajajaran menjadi populer sebagai nama kerajaan. Awal “berdirinya” Pajajaran dihitung pada tahun Sri Baduga Maharaha berkuasa, yakni tahun 1482.
Sumber Sejarah
Dari catatan-catatan sejarah yang ada, baik dari prasasti, naskah kuno, maupun catatan bangsa asing, dapatlah ditelusuri jejak kerajaan ini; antara lain mengenai wilayah kerajaan dan ibukota Pakuan Pajajaran. Mengenai raja-raja Kerajaan Sunda yang memerintah dari ibukota Pakuan Pajajaran, terdapat perbedaan urutan antara naskah-naskah Babad Pajajaran, Carita Parahiangan, dan Carita Waruga Guru.
Selain naskah-naskah babad, Kerajaan Pajajaran juga meninggalkan sejumlah jejak peninggalan dari masa lalu, seperti:
• Prasasti Batu Tulis, Bogor
• Prasasti Sanghyang Tapak, Sukabumi
• Prasasti Kawali, Ciamis
• Prasasti Rakyan Juru Pangambat
• Prasasti Horren
• Prasasti Astanagede
• Tugu Perjanjian Portugis (padraƵ), Kampung Tugu, Jakarta
• Taman perburuan, yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor
• Kitab cerita Kidung Sundayana dan Cerita Parahyangan
• Berita asing dari Tome Pires (1513) dan Pigafetta (1522)
Segi Geografis Kerajaan Pajajaran
Terletak di Parahyangan (Sunda). Pakuan sebagai ibukota Sunda dicacat oleh Tom Peres (1513 M) di dalam “The Suma Oriantal”, ia menyebutkan bahwa ibukota Kerajaan Sunda disebut Dayo (dayeuh) itu terletak sejauh sejauh dua hari perjalanan dari Kalapa (Jakarta).
Kondisi Keseluruhan Kerajaan pajajaran (Kondisi POLISOSBUD), yaitu Kondisi Politik (Politik-Pemerintahan)
Kerajaan Pajajaran terletak di Jawa Barat, yang berkembang pada abad ke 8-16. Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Pajajaran, antara lain :
Daftar raja Pajajaran
• Sri Baduga Maharaja (1482 – 1521), bertahta di Pakuan (Bogor sekarang)
• Surawisesa (1521 – 1535), bertahta di Pakuan
• Ratu Dewata (1535 – 1543), bertahta di Pakuan
• Ratu Sakti (1543 – 1551), bertahta di Pakuan
• Ratu Nilakendra (1551-1567), meninggalkan Pakuan karena serangan Hasanudin dan anaknya, Maulana Yusuf
• Raga Mulya (1567 – 1579), dikenal sebagai Prabu Surya Kencana, memerintah dari PandeglangMaharaja Jayabhupati (Haji-Ri-Sunda)
• Rahyang Niskala Wastu Kencana
• Rahyang Dewa Niskala (Rahyang Ningrat Kencana)
• Sri Baduga MahaRaja
• Hyang Wuni Sora
• Ratu Samian (Prabu Surawisesa)
• dan Prabu Ratu Dewata.
Puncak Kejayaan/ Keemasan Kerajaan Pajajaran
Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan. Alasan ini pula yang banyak diingat dan dituturkan masyarakat Jawa Barat, seolah-olah Sri Baduga atau Siliwangi adalah Raja yang tak pernah purna, senantiasa hidup abadi dihati dan pikiran masyarakat.
Pembangunan Pajajaran di masa Sri Baduga menyangkut seluruh aspek kehidupan. Tentang pembangunan spiritual dikisahkan dalam Carita Parahyangan.
Sang Maharaja membuat karya besar, yaitu ; membuat talaga besar yang bernama Maharena Wijaya, membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan Wanagiri. Ia memperteguh (pertahanan) ibu kota, memberikan desa perdikan kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. Kemudian membuat Kabinihajian (kaputren), kesatriaan (asrama prajurit), pagelaran (bermacam-macam formasi tempur), pamingtonan (tempat pertunjukan), memperkuat angkatan perang, mengatur pemungutan upeti dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan
Pembangunan yang bersifat material tersebut terlacak pula didalam Prasasti Kabantenan dan Batutulis, di kisahkan para Juru Pantun dan penulis Babad, saat ini masih bisa terjejaki, namun tak kurang yang musnah termakan jaman.
Dari kedua Prasasti serta Cerita Pantun dan Kisah-kisah Babad tersebut diketahui bahwa Sri Baduga telah memerintahkan untuk membuat wilayah perdikan; membuat Talaga Maharena Wijaya; memperteguh ibu kota; membuat Kabinihajian, kesatriaan, pagelaran, pamingtonan, memperkuat angkatan perang, mengatur pemungutan upeti dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan
Puncak Kehancuran
Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten. Berakhirnya zaman Pajajaran ditandai dengan diboyongnya Palangka Sriman Sriwacana (singgahsana raja), dari Pakuan Pajajaran ke Keraton Surosowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf.
Batu berukuran 200x160x20 cm itu diboyong ke Banten karena tradisi politik agar di Pakuan Pajajaran tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru, dan menandakan Maulana Yusuf adalah penerus kekuasaan Sunda yang sah karena buyut perempuannya adalah puteri Sri Baduga Maharaja. Palangka Sriman Sriwacana tersebut saat ini bisa ditemukan di depan bekas Keraton Surosowan di Banten. Masyarakat Banten menyebutnya Watu Gilang, berarti mengkilap atau berseri, sama artinya dengan kata Sriman.
Kondisi Kehidupan Ekonomi
Pada umumnya masyarakat Kerajaan Pajajaran hidup dari pertanian, terutama perladangan. Di samping itu, Pajajaran juga mengembangkan pelayaran dan perdagangan. Kerajaan Pajajaran memiliki enam pelabuhan penting, yaitu Pelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tamgara, Sunda Kelapa (Jakarta), dan Cimanuk (Pamanukan)
Kondisi Kehidupan Sosial
Kehidupan masyarakat Pajajaran dapat di golongan menjadi golongan seniman (pemain gamelan, penari, dan badut), golongan petani, golongan perdagangan, golongan yang di anggap jahat (tukang copet, tukang rampas, begal, maling, prampok, dll)
Kehidupan Budaya
Kehidupan budaya masyarakat Pajajaran sangat di pengaruhi oleh agama Hindu. Peninggalan-peninggalannya berupa kitab Cerita Parahyangan dan kitab Sangyang Siksakanda, prasasti-prasasti, dan jenis-jenis batik.
Kesimpulan
• Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda).
• Sumber sejarahnya berupa prasati-prasati, tugu perjanjian, taman perburuan, kitab cerita, dan berita asing.
• Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan/ kejayaan dan Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten.
Langganan:
Postingan (Atom)





















